Entah apa yang dapat kulakukan tanpamu, aku merasa sungguh terperosok ke dalam lubang jiwa yang begitu dalam, membangkitkan diri hanya dengan sisa-sisa semangat dari dalam diri. Andainya engkau masih disini mungkin tak kan begini jadinya, namun itu hanya khayalku saja.
![]() |
Berbisik |
Mungkin inilah siksa hidup yang harus aku jalani, meraih semua ini tanpamu, mendapatkan semua ini tanpa kehadiranmu. Terkadang aku takut hancur, akan tetapi aku tetap menanggung semua resiko yang ada untuk masa depanku. Membangun kembali sisa reruntuhan hati yang kau hancurkan menjadi debu sendirian.
Hal tersulit bagiku adalah melupakan dirimu. . . Bahkan aku rela melakukan dan mengorbankan apapun hanya untukmu yang tak pernah bisa mencintaiku, bodohnya diriku ini. Panah asmara yang kau tusukkan berulang kali itu membekas sampai ke palung hatiku. Harapanku adalah dapat melupakanmu yang tak pernah bisa menerimaku disampingmu.
0 Response to "Roda Kehidupan itu Selalu Berputar"